"Onty!" "Mama!" Dua kepala yang muncul bersamaan di ambang pintu itu saling menatap setelah satu kata keluar dari mulut mereka. Siapa lagi kalau bukan Anne dan Delilah. Aksi kakak adik yang unfaedah itu tidak di hiraukan oleh Maryam yang melenggang masuk ke dalam lewat sisi kiri Anne dan Delilah. Dia mendekat pada Anggun dan mencium pipi wanita yang sedang duduk di atas ranjang itu seraya menggendong bayi yang sepertinya tertidur. "Selamat, Mama!" ucapnya dengan pelan lalu beralih ke pipi si bayi yang tiba-tiba terhalang karena ada yang menahan pundaknya. "Cuci tangan dan cuci mulut dulu! Ayra bisa kena virus yang kalian bawa dari luar!" ujar pawang si bayi yaitu sang papa. Maryam memutar bola mata dan langsung mengangkat kedua tangan hingga sejajar dengan wajahnya. "Udah cuci tanga

