‘Jika kau bertanya masalah cinta padaku, maka aku akan menjawab jika cinta itu adalah uang. Kenapa? Karena uang bisa membeli segalanya, uang menjadi takhta tertinggi dalam kehidupan manusia. Seorang wanita, atau pun pria tidak akan menggunakan hati mereka secara penuh, tetapi juga menggunakan logika yang baik. Hanya orang bodoh yang bisa mencintai saja, hanya orang i***t yang mengatakan cinta dan uang sesuatu yang sangat berlawanan. Nyatanya ... keduanya adalah satu, saling melengkapi, tak akan bisa dipisahkan oleh apa pun juga.’ Barbara menghela napas, ia merasa agak sedikit senang karena mendapat selembar kertas dan satu buah pena. Dengan cara seperti itu dirinya bisa menuangkan sedikit pikiran, membuat otaknya yang terasa sangat penuh memiliki celah meski sedikit saja. Yah ... Barbar

