33

1185 Words

“Kau sudah siap untuk menggantikan Alec menjadi kepala keluarga.” Sinar matahari mulai meredup. Namun cahayanya cukup kuat untuk membuat bias mata Abe menjadi lebih tidak manusiawi. Tolong ingatkan aku Abe benar-benar punya sayap keabu-abuan hari itu, bukan berwarna merah menyala dan bertanduk runcing. Kami masih saling pandang, namun tanganku yang mencengkeram ke arah kaos putinya sekarang bergetar. Abe masih sama sama tidak terpengaruhnya. Ia bahkan tampak bosan, salah satu sudut bibirnya terangkat. “Kau bisa membaca isi kepalaku,” desisku tajam. “Tentu saja. Sebenarnya aku tidak perlu bersusah-payah. Kau jelas adalah buku yang terbuka.” Abe memiringkan kepalanya ke satu sisi. “Ayahmu memberitahuku kalau kau lulusan Departemen Seni dan Drama, James. Seharusnya kau bisa lebih baik da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD