Aku melepaskan kaos yang lengket di tubuh dan menghempaskannya ke tanah. Dan apa yang Alec katakan sebelumnya? Ia ingin membuat green-house yang lebih besar dari ini? “Oh, ya. Selama kau menyirami tanaman di green-house. Sebaiknya kau juga mulai menanam bibit-bibit yang berhasil kita selamatkan itu. Lebih cepat lebih baik, kan?” teriak Alec tidak berdosa sebelum aku berhasil sampai di depan pintu belakang untuk memulai pekerjaanku. Tapi toh, aku tidak bisa protes lebih jauh karena ia memang benar. Kami harus segera menanam bahan kanan kami sebelum musim berganti. Dengan banyaknya mulut yang harus diberi makan ditambah dengan ekspresi Mom setiap kali ia harus menjatah makanan di meja makan. Tidak ada yang bisa aku berikan selain tenaga dan meralakan kulitku terbakar tanpa perlindungan

