Aku pernah bekerja sebagai pekerja paruh waktu di restoran keluarga seperti ini ketika masih di sekolah menengah. Aku melakukannya agar aku tidak harus berlama-lama bersama Ibu Celin di rumah selama tidak ada Dad/ Aku ditempatkan sebagai pelayan karena kecerobohanku yang parah di dapur. Tapi aku adalah seorang pekerja yang baik sehingga mereka tidak masalah denganku. Aku mengedarkan pandangan di ruang dapur itu. Suasananya – walau tanpa lampu –benar-benar terasa kekeluargaannya. Aku bisa membayangkan suara tawa di dalam di sini selama orang-orang bekerja. Di kota kecil yang penduduknya saling mengenal satu sama lain. Bahkan tim dapur akan sesekali keluar ruangan untuk menyapa teman dekat mereka yang datang untuk menyantap makan malam. Sebuah foto yang memperlihatkan seluruh pegawai deng

