Dua Puluh Sembilan : Sang penolong Zia

1457 Words

Tanpa rasa curiga, Zia mengikuti langkah Demian hingga mereka sampai di taman yang berada di belakang rumah. Zia mengernyit. "Untuk apa kita kemari?" tanyanya polos. Demian hanya tersenyum, lalu dirinya berjalan mendekati Zia yang berada beberapa langkah di depannya. "Anda sangat cantik, Nona. Kecantikanmu membuat gairahku naik, jadi bisakah kau bantu aku meredakannya?" kata Demian frontal. Zia menatap Demian dengan tatapan marah, lelaki itu telah melecehkan dirinya secara verbal. "Jaga mulutmu Demian! Kau tidak pantas mengatakan hal semacam itu padaku." Satu tamparan ia layangkan di pipi kanan Demian, menimbulkan guratan merah yang membentuk jari di pipi lelaki itu. Demian memegang pipinya yang masih memerah, senyuman nakal ia sunggingkan di wajahnya. "Tindakan yang salah, Nona Zia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD