Bab 78

1522 Words

Suara tawa Samuel terdengar menggema di tempat parkir sebuah hotel yang akan mereka tinggalkan. "Sam, aku khawatir kamu tidak akan bisa menahan air kencingmu karena terus tertawa," ujar Haris yang berjalan di belakangnya, seketika lelaki itu membalikkan badannya menatap Haris dengan sebuah protes. "Kamu pikir aku kakek-kakek!" jawab Samuel, Haris hanya tertawa. "Awas aja kalau kalian menikah nanti aku kerjain lebih parah dari ini!" celetuk Samuel tiba-tiba, tanpa sadar membuat Haris dan Tara saling tatap lalu sama sama diam. "Eh, lupa, aku ingetnya kalian pacaran," ralat Samuel saat sang istri mencubit lengannya. "Ya udah pacaran aja sih kalian." "Emang bener kata Naka, sebaiknya ku pulang, udah kayak orang mabuk aja itu kelakuan," gerutu Haris, Samuel hanya tertawa lalu melanjut

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD