Bab 72

1612 Words

"Bu Hikma," gumam Hening, Tara dan Haris hanya diam menatapnya. Bu Fatma yang sedang memotong-motongkan apel untuk Naka menggantikan kegiatannya lalu menatap Naka yang juga diam menatap wanita yang telah melahirkannya itu. "Boleh saya masuk?" tanya Bu Hikma pada Hening, jelas ia merasa malu dan merasa tidak berhak mendekati Naka sekarang setelah apa yang telah putranya itu katakan padanya tempo hari. "Ia, Bu. Silakan," jawab Hening, Bu Hikma melirik Tara dengan tatapan memelas sambil melangkah memasuki ruangan itu, Tara hanya diam tanpa ekspresi. "Kita makan di luar aja, yuk," ajak Haris pada Tara. Lelaki itu penuh pengertian dan mengerti jika Naka dan ibunya perlu waktu untuk berduaan. "Iya," jawab Tara, ia mengikuti Haris untuk keluar sambil membawa piring yang masih berisi makan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD