Bab 81

2225 Words

Satu purnama telah berlalu dengan penuh kebahagiaan, rumah itu seolah selalu dilimpahi dengan keberkahan dengan adanya seorang ratu rumah tangga di dalamnya. Sentuhan penuh cinta untuk suami dan anak anak mereka membuat kedamaian selalu terasa, kebahagiaan mereka sungguh terasa begitu sempurna. Telah terbayar impas semua derita yang telah mereka rasa selama ini dengan kebahagiaan yang seolah terasa abadi. Hingga sebuah kecemasan terjadi di malam hari. "Ibu, ibu kenapa?" tanya Qinara begitu melihat Hening memegangi kepalanya dengan mata yang ia pejamkan, saat baru saja bangun dari duduknya di tepi ranjang Qeila yang baru saja terlelap. "Enggak tau, Sayang. Ibu pusing," jawab Hening. "Ibu sakit?" tanya Qinara, bocah itu terlihat cemas dan sedih. Ia memeluk tubuh Hening dengan kepala

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD