32

1113 Words

Seorang lelaki dengan balutan jas rapi kantoran berjalan dengan gagah menuju ruang di mana Violet dirawat. Wajah pria itu tampak cemas sekaligus lelah. Dia tidak terlihat segar dan berkharisma seperti biasanya, entah dari mana dia daritadi, sampai baru kemari sekarang. "Darren?" Violet yang sedang menatap kosong ke televisi yang sedaritadi menyala menoleh kala ia menemukan pria itu tengah berada di ambang pintu. Mata biru Darren terlihat sendu. Baru kali ini Violet menemukan sorot yang berbeda dari obsidian tersebut. Jennifer belum pulang. Dia bersikeras menemani Violet di sini, sampai ada yang datang untuk menggantikannya dan ketika ia melihat Darren, buru-buru Jennifer pergi, entah pulang atau ke mana, Violet tak tahu, karena perempuan itu langsung hilang tanpa pamit. "Kau--" Violet

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD