45 (Revisi)

1032 Words

Siang hari seperti biasanya, David mulai menyantap makan siang. Namun, kali ini ada yang berbeda. Tidak ada si kembar, Mbok Surti atau bahkan Meira yang biasa menemaninya. Kali ini ia bersama dengan gadis bar-bar yang selalu membuat emosinya naik berkali-kali. Siapa lagi kalau bukan Zira. Gadis yang kini terus mengecek ponsel dengan sesekali menyuapkan nasi dengan kuah ramen. Perpaduan yang agak aneh menurut David. Kuah ramen yang cocok dengan mie, malah dituangkan ke dalam satu mangkuk nasi oleh gadis itu. Menyisakan mie dengan beberapa jenis ikan laut di mangkuk lainnya. Walau begitu, David tak banyak berkomentar. Toh bukan dirinya yang makan. "Makan, Pak! Muka saya bukan makanan yang bisa buat Bapak kenyang kalau diliatin doang," ujar Zira tanpa melihat ke arah David. Yang sontak saja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD