42 (Revisi)

1028 Words

Tubuh tegap yang terbalut jas hitam itu ambruk di atas sofa. Kepala pening dengan suhu tubuh yang meningkat, sudah dipastikan jika lelaki ini sedang sakit. Belum lagi mata yang sayu dan juga bibir menggigil kecil. Ini semua terjadi karena dirinya yang tidak mau mengalah untuk beristirahat. Mengeluarkan semua tenaganya untuk segala macam pekerjaan. Berfikir keras dan menuntaskan semuanya dalam satu waktu. Berharap ia bisa tenang setelahnya. Namun yang ia dapatkan adalah kondisi tubuh yang melemah. Tatapannya jatuh pada pintu yang masih tertutup rapat. Tidak ada tanda-tanda orang akan masuk ke dalam ruangannya. Ini juga atas perintahnya yang tidak ingin diganggu. Baik, sekarang dirinya sendiri. Berusaha bangkit, David berpegangan pada sofa. Setidaknya ia harus bisa meminta seseorang memban

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD