"Engh.." "Ra? Eh, udah bangun?" David menangkap tangan Meira yang terulur. Membantunya untuk duduk lalu menatap wajah Meira yang masih pucat. "Aku kenapa?" "Tadi kamu pingsan," jawab David. Lelaki itu memberikan segelas air minum yang sudah ia ambil sejak sejam yang lalu ada di mejanya. Mata David menyiratkan kekhawatiran yang sangat kentara. Membuat bibir Meira mau tak mau menarik senyum kecil. Wajah pucat yang kini ada di hadapan David seakan tidak menunjukkan efek sakit atau lemas. Tampak seperti Meira pada umumnya. "Maaf, ya. Malah jadi ngerepotin." "Gak papa, kok. Tapi, kenapa bisa sampe pingsan?" Meira yang baru selesai menegak air mineral di gelas langsung mendongkak. Dahinya ikut mengernyit. Gadis itu juga tidak tahu kenapa ia bisa pingsan. Tiba-tiba terlintas ucapan Da

