34 (Revisi)

1046 Words

"Ra?" "Iya?" David berdehem kecil. Tangannya yang memegang gelas kini mulai bergetar gugup. Matanya menatap sekitar. Berusaha mengendalikan jantungnya yang berdegup kencang. "Kamu.." Meira mengangkat kedua halisnya seraya memiringkan kepala ke arah kanan. Mendekatkan telinganya ke arah David agar bisa mendengar lebih jelas apa yang lelaki itu katakan. Pasalnya, sudah lebih dari setengah jam lamanya, mereka berdua hanya diam dan saling menatap satu sama lain. Pesanan yang tadi mereka inginkan sudah mendinginㅡ ralat, hanya makanan David. Karena milik Meira sudah hampir habis. Gadis itu mengernyit karena David tak kunjung bicara. Baru akan membuka suara, bibirnya kembali mengatup saat tangan David menggenggam tangannya. Mata Meira mengerjap pelan. "Kamu bisa bantu aku bangkit, kan Ra?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD