Delapan jam yang lalu Di sebuah cafe di perempatan jalan yang ada di dekat perusahaan Andreas, pria itu tengah menunggu seseorang. Mungkin bisa dibilang sudah lima belas menitan pria itu di sana. Namun ia tetap sabar menunggu. Semua ini demi mendapatkan info paling akurat tentang Kayla. Awalnya Andreas ragu untuk menghubungi orang ini, namun wajah Kayla yang selalu terbayang diingatannya membuat Andreas memantapkan diri untuk menghubungi seseorang tersebut. “Kau Andreas?” Andreas yang dipanggil langsung mendongak ke atas. “Om Yuda?”. “Iya. Saya Yuda om nya Kayla.” “Salam kenal Om. Saya Andreas. Saya yang nelpon Om tadi. Silahkan duduk Om.” Ucap Andreas dengan sesopan mungkin. Orang yang ditunggu Andreas yang ternyata om dari gadis yang ia cintai itu langsung mengambil posisi duduk

