Pov Cindy "Anwar, jika kamu menolakku, aku akan membuat kamu dan istrimu di usir dari rumahku. Kamu mau kalian jadi gelandangan?" ancamku kemudian. Aku yakin kalau kali ini Anwar tidak bisa lagi menolak permintaanku. "Nyonya, kenapa Anda melakukan ini. Pekerjaan ini begitu penting buat saya juga istri saya. Tolong jangan pecat kami," mohon Anwar. Aku sangat menyukai wajah takutnya. Siapa suruh berani menolakku tadi. "Lalu, lakukan seperti yang aku perintahkan. Kamu bisa?" Anwar terdiam. Lelaki tampan di depanku ini tak berani mengambil keputusan. Karena tak sabar, aku mencoba memancingnya lebih dulu. Ku elus lembut d**a bidangnya. Kali ini dia tak melawan, aku pun makin leluasa menyentuhnya. "Kamu yakin mau menolak wanita cantik sepertiku?" Anwar melirikku dengan tatapan gelisah, sep

