"Dia sepertinya cemburu melihat kebersamaan kita. Sebagai seorang lelaki aku bisa tahu cara dia menatapmu saja sudah tak seperti menatap pembantunya melainkan menatap seorang wanita yang diam-diam disukainya," celetuk Lucas. "Enggak usah ngaco kalo ngomong. Tuan Gibran enggak mungkin seperti yang kamu katakan. Aku sangat kecewa ternyata pikiranmu sama piciknya dengan yang lainnya!" cecar Nur. Wanita itu pun segera membereskan meja makan dan pergi begitu saja dari hadapan Lucas. "Nur, aku hanya mengatakan sesuai sudut pandangku sebagai seorang lelaki. Kalau kamu tak setuju pendapatku itu hakmu. Tapi tolong jangan malah marah sama aku!" Nur sama sekali tak mau mendengarkan ucapan Lucas. Wanita cantik itu kemudian menuju kamarnya untuk menenangkan pikiran. Saat orang lain salah paham tenta

