26

1315 Words

             ”Raina? "             Aku menoleh ke arah suara yang memanggil namaku. Melihat Chef Adnan yang menatapku terkejut membuatku tersenyum canggung.    “Chef,"    “Kamu ngapain subuh-subuh di restoran?"             Aku mengulum senyum, mencoba mencari alasan tepat mengapa aku datang ke sini subuh-subuh tanpa harus membuat orang lain curiga.             “Aku.. Anu.. Itu chef..” jawabku terbata tidak menemukan jawaban yang tepat.             Chef Adnan menghela napas dan menggakruk tengkuknya. “Kamu duduk sana, saya buatkan s**u coklat buat kamu."             Aku mengangguk dan berjalan menuju meja bar. Menatap punggung chef Adnan yang sejak dulu selalu kukagumi.              Aku tersenyum lebar menatap s**u coklat panas yang selalu menjadi favoritku. Dulu, pertama kali aku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD