15

1345 Words

Aku berjalan terburu-buru menuju rumah. Tidak sabar ingin mengetahui pria mana yang begitu berani melamarku kepada kedua orangtuaku. Langkahku mulai melambat begitu sampai di depan rumah. Aku memasuki rumah melalui pintu belakang yang menghubungkan langsung dengan dapur. Teh Rahmi dan Raisa langsung menyambutku begitu aku sampai di dalam. “Orangnya masih ada ya?”Tanyaku menyimpan tas di atas meja makan. Teh Rahmi mengangguk. “Lagi ngobrol sama Bapak Ibu," “Sodara yang lain?" “Disuruh Bapak ke atas," “Siapa sih yang ngelamar aku Teh?" “Itu loh Teh, yang dulu teteh pernah cerita!”Sela Raisa antusias. “Hah? Siapa?" “Aduh pokoknya Teteh pasti bakalan kaget. Tapi Teh, sejak kapan teteh punya hubungan spesial sama si aa ganteng?" “Hah? Ngomong apaan sih? Kamu kenal siapa dia?”Tanyaku he

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD