17

1498 Words

            ”Satria mana Na?”Tanya Utin begitu duduk dihadapanku.             “Tuh lagi di ajak ngobrol sama kakak ipar gue,”Tunjukku ke arah Satria yang tidak begitu jauh posisinya dariku.  ”Na, gimana ceritanya si Satria bisa ngelamar lo? Maksud gue, secara kemarin itu kita baru ngobrolin dia sama Putri dan sepulang lo dari rumah gue, dia langsung nongol!"             Aku mengendikkan bahu dan memakan es krim. “Gue juga masih bingung. Kalau dipikir-pikir ini tuh enggak nyata,”Aku mencondongkan tubuhkan ke arah Utin. “Apa gue emang lagi mimpi ya?"             Utin mencubit pipiku gemas.             “Sakit!!”Rengekku.             “Sakit kan? Itu artinya lo lagi enggak mimpi!”Desis Utin.             Aku mendengus. “Sumpah sakit ih Tin! Dasar ibu-ibu.”Ledekku.             “Terus aj

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD