23

1248 Words

        Aku tertegun menatap rumah yang berada di hadapanku sekarang. Aku tahu jika laki-laki yang aku nikahi ini kaya, tapi membayangkan mulai sekarang aku akan tinggal dirumah besar seperti ini, membuatku menjadi dilema.  ”Ini kita tinggal berdua di sini?”Tanyaku pada Satria yang tengah mengeluarkan koperku dari bagasi mobil.    “Pak Cucu juga tinggal disini, dan ada Bi Minah juga istri Pa Cucu yang bakalan bantuin kamu buat ngurus rumah. Kenapa sayang?"               Aku menggelengkan kepala. “Di sini enggak ada hantu kan?"            Satria menahan senyumnya mendengarkan ucapanku. Ia merangkul bahuku dan mengecup bibirku pelan. “Enggak kok saying,"    Aku menghela napas. “Rumahnya terlalu besar, yang tinggal sedikitan. Harus ya kita tinggal di sini?"             “Kamu enggak mau?

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD