"Capek ras" Nata kembali mengeluh padaku. Padahal kami sudah berada di kamar ini sejak satu jam yang lalu. Ya memang satu jam yang lalu akhirnya pesta private party yang diinginkan Nata berakhir juga. Namun dari satu jam yang lalu juga dia tidak henti-hentinya berkicau bahwa dia capek. Ya sama! "Ras. Beras!" Aku tidak mengacuhkannya ketika dia mulai usil memanggilku itu. Dia pikir, panggilan kesayangannya itu bagus untukku? Beras? Enak saja, dia pernah berfilosofi akan panggilan itu, katanya aku sama dengan beras karena tanpaku dia akan kelaparan kasih sayang. Padahal jelas-jelas beras yang dia ucapkan itu saat dia tak sengaja memanggilku beby dan Saras bersamaan satu bulan yang lalu. Jangan tanyakan padaku kenapa Nata bisa jadi seperti itu, aku sendiri pusing memikirkannya. "Capek ras
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


