Saat Rosalie bangun keesokan harinya, jarum jam sudah menunjukkan pukul 08:00. Dengan bergegas Rosalie bangun dan membuka tirai jendelanya, kemudian dia keluar di teras dan menghirup udara segar. Seketika dia ingat kejadian semalam dan dirinya kembali takut tapi dia merasa sedikit tenang karena hari sudah terang jadi tidak mungkin hantu akan muncul di hadapannya.
Dari sudut matanya Rosalie melihat sesuatu berwarna putih dan dirinya kembali ketakutan.
Oh...tidak, tidak mungkin hantu akan muncul di siang hari.
Rosalie kemudian memberanikan diri melihat apa itu dan tampaklah di sana sebuah balon yang tersangkut di pohon.
"Oh...hanya sebuah balon," ujar Rosalie tenang.
"Itu pasti milik seorang anak di sini yang tanpa sengaja terbang dan menyangkut di sini."
Rosalie memutuskan akan masuk ke dalam tapi sebelum sempat masuk dia melihat jika di bagian bawah tali balon itu terdapat sebuah kertas. Rosalie merasa sangat penasaran jadi dia kembali mendekat dan melihat dengan lebih serius.
"Sepertinya di kertas itu ada tulisannya," gumam Rosalie pada dirinya sendiri. Karena penasaran Rosalie berusaha menjangkau balon itu dan hanya kurang sedikit lagi dia akan mendapatkannya.
Dengan nekat dia berdiri di luar pagar agar bisa lebih menjangkaunya dan akhirnya dia berhasil. Secepat mungkin dia kembali masuk ke dalam dan menjatuhkan dirinya di lantai sambil tertawa lepas.
"Aku memang sudah gila, hanya karena sebuah balon aku mengorbankan nyawa seperti itu. Padahal biasanya bahkan hanya naik tangga kayu saja aku tidak berani," gumam Rosalie dan kemudian tertawa kembali.
Saat napasnya sudah tenang, Rosalie kemudian bangun dan membaca tulisan di balon itu.
"I Miss You, Mama."
"Hanya ini saja? Aku berkorban nyawa hanya untuk ini saja?" Rosalie kemudian kembali tertawa.
"Sudahlah ini salahmu sendiri Rosalie."
Kemudian dia bangun bergegas menuju kamar mandi, selesai mandi dia mulai membereskan semua. Saat sudah selesai hari sudah menunjukkan pukul 15:00 dan dia tidak tahu apalagi yang akan dia kerjakan. Jadi dia memutuskan keluar rumah dan berjalan-jalan di sekitar tempat itu untuk lebih mengenal tempat ini sekalian dia ingin mencari mini market di daerah ini karena beberapa barang lupa dia beli kemarin.
Saat berjalan sekitar enam rumah dari tempat tinggalnya, Rosalie melihat seorang anak laki-laki yang berlari sangat kencang di jalan dan di belakangnya terdapat seorang pria dan seorang wanita yang sibuk mengejarnya. Rosalie rasa mereka pasti kakek dan nenek anak itu.
Rosalie saat ini sedang berdiri di pinggir jalan melihat semua itu. Waktu anak itu hampir berada di dekatnya tiba-tiba anak itu memutar arah dan menabrak ke arah Rosalie hingga Rosalie kehilangan keseimbangan dan terjatuh di atas rumput di situ.
"Oh, ini sungguh memalukan," gumam Rosalie.
Rosalie merasakan sesuatu menimpanya dan saat dia mengangkat kepala tampak wajah seorang anak kecil dengan warna mata hijau yang sangat indah sedang menatap serius padanya.
"Oh...halo, Sweety," sapa Rosalie karena tidak tahu harus mengatakan apa. Dia selama ini tidak pernah berinteraksi dengan anak kecil. Rosalie hanya bisa diam saat anak itu menyentuh wajahnya. Tiba-tiba dari atasnya Rosalie melihat seorang laki-laki dan perempuan menatapnya.
"Maafkan kami, Nona, cucu kami memang sangat nakal," ucap wanita itu.
"Tidak apa-apa," ucap Rosalie.
Kemudian kakek anak itu berusaha menarik anak itu dari atas tubuh Rosalie tapi dia berteriak menolak.
"Tidak apa-apa aku saja yang akan menggendongnya," ucap Rosalie karena tidak tega memaksa anak itu melepaskan diri darinya, Rosalie bangun sambil menggendong anak itu yang memeluk erat lehernya.
"Di mana rumah kalian? Aku akan mengantarkannya."
"Terima kasih, Nona, rumah kami yang itu," ucap tante itu sambil menunjuk rumah yang berada tiga rumah lagi dari sini.
"Baiklah," ucap Rosalie kemudian mengikuti kakek dan nenek anak ini yang berjalan ke rumah mereka.
Saat sampai di rumah mereka, Rosalie menyentuh anak itu agar melepaskannya tapi anak itu bergeming. Saat mereka melihatnya ternyata dia sudah tertidur dan segera si kakek mengambil ahli dirinya dari pelukan Rosalie.
"Terima kasih, Nona," ucap wanita itu.
"Rosalie, Anda bisa memanggil saya Rosalie."
"Maaf sudah menyusahkanmu, Rosalie."
"Tidak apa-apa."
"Apa kamu baru di sini? Karena sepertinya aku tidak pernah melihatmu."
"Iya, aku baru pindah ke sini kemarin. Aku tinggal di rumah milik Ms. Elizabeth dan saya permisi dulu Ma'am karena tadi saya sedang mencari mini market di dekat sini. Beberapa barang lupa saya beli kemarin."
"Oh...baiklah."
"Apakah Anda tahu di mana letak minimarket di daerah ini, Ma'am?" Tanya Rosalie.
"Kamu bisa berbelok di ujung gang ini dan sekitar lima rumah dari sini kamu bisa menemukan mini market di sana."
"Terima kasih," ucap Rosalie dan mulai berjalan pergi menuju tempat yang di katakan wanita tadi.
Selesai membeli semua keperluan yang dia mau, Rosalie kembali berjalan kaki pulang dan dirinya mampir di taman saat melihat sebuah taman di dekat tempat itu.
"Hai," sapa seorang wanita padanya saat Rosalie sedang duduk di taman itu.
"Hai juga," timpal Rosalie membalas sapaan wanita itu.
"Boleh aku duduk di sini?"
"Ya, tentu saja," ucap Rosalie dan bergeser.
"Apa kamu sedang menunggu anakmu juga di sini?" Tanya wanita itu.
"Oh, tidak aku hanya sedang berjalan-jalan saja. Aku baru pindah di tempat ini kemarin jadi aku ingin mengenal tempat ini."
"Oh, perkenalkan saya Luisa Esmerald."
"Saya Rosalie Estella Westley. Senang berkenalan dengan Anda."
"Ya, saya juga. Saya harap kamu akan suka tinggal di sini. Di mana kamu tinggal?"
"Di rumah Ms. Elizabeth."
"Oh..."
Tiba-tiba seorang anak menangis karena terjatuh.
"Maaf aku tinggal dulu, itu anak saya yang menangis."
Rosalie menganggukkan kepalanya. Saat sudah lelah dan waktu juga sudah menunjukkan pukul 17:00, Rosalie memutuskan untuk pulang saja.
Rosalie kemudian kembali mandi dan mempelajari pekerjaannya yang baru untuk mengisi waktu. Tanpa dia sadari hari sudah malam dan dia kembali mendengar jendelanya seperti di ketuk seseorang. Dengan perlahan Rosalie bangun dari tempatnya dan berjalan ke arah jendela. Rosalie memberanikan diri mengintip ke luar dan sesaat dia begitu terkejut karena kembali melihat sebuah bayangan berwarna putih di kegelapan.
Rosalie merasa begitu kesal. Tidak mungkin bukan dua hari berturut-turut hantu mendatangiku tanpa sebab bukan? Ini pasti seseorang berusaha menakut-nakutiku karena mungkin tahu jika aku orang baru di sini.
Rosalie memberanikan diri untuk keluar dan melihat apakah itu dan ternyata itu hanya sebuah balon berwarna putih lagi.
"Balon lagi," gumam Rosalie dan dia kembali melihat jika di bagian bawah tali balon itu kembali terdapat kertas.
Rosalie kemudian kembali berusaha mengambilnya dan beruntung kali ini dia bisa menjangkaunya tanpa harus melakukan hal seperti tadi pagi.
Rosalie kemudian kembali membawa balon itu ke dalam kamarnya dan sebelum membacanya dia duduk di ranjangnya.
"I Love You, Mama."
Rosalie semakin bingung, anak ini pasti begitu mencintai mamanya hingga terus mengirimkan pesan-pesan menggunakan balon.
Rosalie kemudian meletakkan balon itu di tempat balon pertama yang di dapatnya tadi pagi. Dia kemudian memutuskan akan tidur saja dari pada tidak ada lagi yang bisa di kerjakannya.
________________________________________
Jangan lupa klik love ya jika suka dan kalian juga akan mendapatkan notifikasi saat saya update new part. Thx ^^