"Buktikan kalau kau mengingat semuanya!" Ucap Zoey dengan kedua tangan terlipat di depan dadanya.
Joe mengusap wajahnya kasar dan tersenyum lebar, tak percaya dengan permintaan wanitanya.
"Tak bisa Zoey, aku sudah tak memiliki kostumnya, bagaimana mungkin? C'mon Zoey..." Joe memohon pada Zoey.
"C'mon, C'mon, C'mon.." sahut Zoey menirukan lirik lagu Charlie Puth. Zoey melangkah menuju ke lemari pakaiannya dan mengambil sebuah kostum superhero merah biru itu. Joe terbelalak melihat Zoey masih menyimpannya.
"Kau??? Ouw God.... Zoey please.." Joe tersenyum lebar sambil menggelengkan kepalanya, tak menyangka Zoey serius dengan permintaannya.
Zoey tersenyum dan menyodorkan kostum superhero dengan logo huruf S dalam sebuah bentuk ruang. Superman.
"Ukurannya pasti kini semakin ketat melihat tubuhmu yang semakin mirip dengan tokoh ini." Ucap Zoey menggoda Joe.
"Buktikan Joe, maka aku bisa memaafkanmu." Ucap Zoey lagi.
"Ouh God...baiklah, demi dirimu princessku karena aku tak bisa melihatmu marah terlalu lama." Sahut Joe mengambil kostum itu dan masuk ke dalam kamar mandi, untuk mengganti pakaiannya.
Sesaat kemudian Joe keluar dari kamar mandi dengan menggunakan kostum Superman, yang super ketat di tubuhnya kini. Joe mulai menyanyikan lagu "one call away" milik Charlie Puth , kesukaan mereka berdua dengan suara keras berlarian kesana kemari mengitari tempat Zoey berdiri sambil menirukan gaya terbang Superman. Zoey pun tertawa, Joe semakin keras menyanyikan lagu itu dan Zoey juga semakin keras tertawa, lupa dengan segala amarahnya. Mereka tanpa sadar telah membuat suara gaduh di tengah malam dalam istana yang biasanya sepi.
Knock...knock...
Suara pintu kamar Zoey diketuk seseorang dari luar dan langsung menghentikan kesenangan mereka. Zoey segera membuka pintu kamarnya dan terlihat sosok Mr. Cornell di hadapannya.
"Maaf Princess, bolehkah saya tahu ada kegiatan apa hingga suara gaduh terdengar ditengah malam seperti ini?" Tanya kepala pengawal kerajaan itu, dan Zoey membuka pintu kamarnya lebih lebar lagi, untuk menunjukkan bahwa tak ada yang perlu dikhawatirkan. Zoey terlupa bahwa Joe saat ini sedang berdiri memakai kostum Superman, dan Mr. Cornell menatap dengan terkejut namun menahan tawanya.
"Oops...!!! Sorry Joe!" Ucap Zoey tanpa suara hanya gerak bibir dan raut wajah menyesalnya.
"Joe?! Apa yang sedang kau lakukan?! Bukankah area pengawalanmu tidak termasuk ruang dalam kamar Princess?!" Tegur Mr. Cornell menjaga wibawanya sambil menahan tawanya.
"Maaf Sir Cornell! saya siap menanggung kesalahan ini.!" Ucap Joe sambil memberi hormat pada atasannya. Zoey merasa bersalah kini.
"Mr. Cornell, ini tidak seperti yang anda pikirkan, saya yang memerintahkan Joe untuk seperti ini, ini bukan kesalahannya. Saya kesepian dan membutuhkan hiburan dan Joe bersedia melakukannya." Ucap Zoey memberi penjelasan pada kepala pengawal itu.
"Maaf princess, peraturan harus tetap dilaksanakan, hukuman juga harus tetap dilaksanakan oleh pelaku pelanggaran." Ucap Mr. Cornell tegas.
"Tapi Mr. Cornell, ini......" Ucapan Zoey terputus dengan ucapan Mr. Cornell berikutnya.
"Joe, segera menghadap ke ruangan saya, dan ganti pakaianmu, kecuali kau ingin menjalani hukumanmu dengan kostum itu." Perintah Mr. Cornell pada Joe. Joe segera memberi hormat.
"Siap Sir! Saya akan segera menghadap!" Ucap Joe selayaknya prajurit tunduk pada atasannya.
Mr. Cornell segera undur diri dari hadapan Zoey. Zoey segera menutup pintu kamarnya dan menghampiri Joe.
Zoey berdiri dihadapan Joe dan meletakkan tangannya di d**a Joe.
"Maafkan aku Joe, kau jadi kena hukuman." Ucap Zoey menatap ke atas dengan wajah penuh penyesalan.
Joe tersenyum melihat Zoey yang tak lagi marah padanya. Joe menangkup wajah Zoey dalam kedua tangannya.
"Apa kau sudah memaafkan aku?" Tanya Joe dan Zoey mengangguk tersenyum.
"Asalkan kau tak marah lagi padaku, maka hukuman apapun sanggup aku hadapi Zoey. Asal kau tahu Zoey, bagiku amarah Mr. Cornell tidak seberapa jika dibandingkan dengan amarahmu." Ucap Joe dan senyum lebar menggoda Zoey. Zoey memukul d**a Joe lalu memeluknya, Joe juga memeluk erat tubuh Zoey.
"Aku masih mencintaimu Zoey." Bisik Joe dalam pelukannya.
"Aku juga mencintaimu Joe." Sahut Zoey dan mereka tersenyum bersama dalam pelukan itu.
Joe melepaskan pelukan itu lalu mencium dengan dalam dan lembut bibir Zoey, Zoey pun membalas ciuman itu. Joe terpaksa mengakhiri ciuman itu sebelum gairahnya mulai membara.
"Aku harus menghadap Mr. Cornell, kau istirahatlah Zoey, aku tak ingin kau sakit." Ucap Joe dan Zoey mengangguk.
Joe mengganti kostumnya dengan pakaiannya lagi, lalu mengecup kening Zoey sebelum melangkah keluar dari kamar Zoey. Malam ini Joe juga Zoey kembali penuh bunga merekah indah dalam hati keduanya. Cinta mereka berdua telah kembali.
****
Pagi datang menyambut hari baru yang ceria bagi Zoey. Zoey segera memakai piyama tidurnya untuk menutupi pakaian tidurnya yang sexy, dan segera menuju ke balkon kamarnya dimana bawahnya adalah pos penjagaan tempat Joe biasa bersiaga. Zoey tersenyum saat melihat Joe telah bersiap siaga di bawah sana, namun hatinya langsung panas saat melihat Laura datang ke pos itu membawakan makanan khusus hanya untuk Joe, padahal disana ada pengawal lainnya juga. Zoey terus menatap ke bawah, menyaksikan Joe tersenyum mengucapkan terima kasih pada Laura, memang tak ada perlakuan khusus berlebihan yang Joe tunjukkan pada Laura, tapi tetap saja api cemburu membakar hati Zoey pagi ini.
Joe merasa ada yang menatapnya, lalu menghadap ke atas, dan melihat Zoey sedang menatap ke arahnya, Joe memberikan senyuman pada Zoey, namun Zoey justru langsung masuk ke dalam dengan menyentakkan kakinya, menunjukkan bahwa dia kesal. Joe hanya tersenyum menggelengkan kepalanya menyadari Zoey pasti cemburu dengan tindakan Laura barusan.
"Pagi Princess ku."
(Joe)
"Satu jam lagi antarkan aku bertemu dengan Leon."
(Zoey)
"Siap Princess, saya akan menyiapkan mobil sekarang."
(Joe)
"Sarapan saja dulu, bukankah sudah ada yang lelah menyiapkannya khusus untukmu?!"
(Zoey)
"Laparku hilang, saat tahu kau akan bertemu Leon."
(Joe)
"Matahari pagiku juga hilang, saat kau tersenyum pada Laura."
(Zoey)
"Aku mencintaimu Zoey."
(Joe)
"Aku tak percaya, saat melihat senyummu pada Laura tadi."
(Zoey)
"Ouh Zoey... haruskah aku menjadi Superman lagi dan menerima hukuman dari Mr. Cornell lagi baru kau percaya?"
(Joe)
"Kau dapat hukuman apa semalam?"
(Zoey)
"Aku push up 300x tanpa henti. Kaki tanganku sakit sekali rasanya, senyumlah supaya sakit ini hilang."
(Joe)
Zoey tersenyum lalu kembali berjalan ke balkon, menatap ke bawah, Joe sedang menatap ke atas menanti senyuman Zoey. Zoey tersenyum dan bahkan melemparkan ciuman yang diambilnya dari bibir dilempar ke arah Joe. Joe menangkap ciuman itu dan menancapkannya ke dadanya. Mereka tersenyum lebar bersama.
****
Pagi itu di hotel, Leon didatangi oleh kedua orang tuanya di kamarnya.
"Leon! Bangunlah! Apa hari ini kau tak ada janji bertemu dengan Princess Zoey?!" Tegur King Quentin pada anaknya yang masih tertidur di sofa.
Leon membuka matanya perlahan, dan merasakan sakit pada kepalanya. Leon meringis menahan nyeri sambil memijit pelipisnya.
"Dad...kenapa berisik sekali pagi ini!" Oceh Leon sambil berusaha duduk dan menahan rasa sakit kepalanya.
"Leon, apa kau sudah berhasil mendapatkan hati Princess Zoey? Kau harus bertindak cepat Leon, setidaknya kau harus berhasil membuat dia hamil dalam waktu dekat, maka dia dan kerajaannya akan segera menjadi milikmu." Ucap King Quentin lagi. Leon mulai jengah dengan ayahnya.
"Dad..tak semudah itu mendapatkan Zoey, dia wanita yang tak mudah luluh pada pria. Aku sudah mencobanya semalam, mengajaknya menjalin sebuah hubungan tapi dia menjawab belum siap. Berikan aku waktu sebentar lagi Dad..." Sahut Leon.
"Leon, tak ada waktu lagi, kekuasaan Daddy di negara kita sudah hampir runtuh, jika kau tak berhasil mendapatkan princess Zoey, maka seluruh keluarga kita akan jatuh miskin dalam waktu sekejap. Kau tidak lupa kan?!" Ucap King Quentin.
"Aku tak lupa dad.., kau tenang saja Zoey pasti berhasil aku luluhkan." Sahut Leon mantap, meski kepalanya masih sakit.
"Leon, apa kau sakit?" Tanya Queen Quentin mulai khawatir karena melihat Leon Sedaritadi terus memijit keningnya.
"Entahlah mom, kepalaku sakit sekali, baru sekali ini aku langsung terjatuh hanya meminum sedikit wine." Sahut Leon pada ibunya.
King Quentin segera memeriksa gelas berisi wine sisa semalam itu, namun kecurigaannya tidak menemukan apapun, itu wine murni tak ada campuran apapun.
"Beristirahatlah, mungkin saja kau memang sangat kelelahan." Ucap Queen Quentin mengusap kepala putranya, dan Leon pun mengangguk.
Leon mencoba berjalan ke kamarnya, dengan terhuyung-huyung akhirnya Leon berhasil merebahkan dirinya di kasur king size. King Quentin segera mengambil ponselnya dan menghubungi Zoey, menggunakan kesempatan ini untuk Zoey bisa datang menemani Leon.
"Selamat pagi Princess Zoey, maaf mengganggu waktu anda. Saya dan istri saya ada keperluan mendesak dan harus segera kembali ke negara kami siang ini juga, namun Leon jatuh sakit pagi ini, jadi dia tak bisa ikut bersama kami. Bisakah anda menemaninya atau mungkin mengirim orang untuk menjaga dan merawatnya?" Ucap king Quentin.
"Ah iya King Quentin, baiklah, saya akan menuju ke tempat Leon satu jam lagi. Anda tak perlu cemas, dokter kerajaan semuanya adalah para ahli, mereka pasti akan memeriksa dengan sangat baik." Sahut Zoey dari seberang line telepon.
"Terima kasih Princess Zoey, kami percaya anda dapat kami andalkan. Terima kasih." Ucap King Quentin.
"Tak masalah King Quentin, tak perlu sungkan. Anda berhati-hatilah dalam perjalanan, salam saya buat Queen Quentin." Sahut Zoey. Lalu sambungan telepon itu berakhir.
Zoey sebenarnya sedikit merasa bersalah, mungkinkah Leon menjadi sakit karena zat bius yang semalam dia campurkan di minumannya??? Zoey segera bersiap untuk pergi ke tempat Leon menginap.