Mada
Arni baik-baik saja 'kan Ma? Dia tidak hamil 'kan?" Duhh bulan ini pengeluaran banyak, bisakah ditunda waktunya Ma?
Aku
Iya, mama sudah beritahu Tamar tapi katanya sudah cukup tabungannya untuk menikah Nak
Mada
Oke kalau begitu kita tak perlu susah-susah Ma. Tamar terlalu percaya diri. Apakah dia masih memikirkan tanggungjawabnya kepada adik-adiknya? Bulan ini kita butuh uang Ma.
Mada sebagai kakak bagi adik-adiknya merasa seperti terhimpit dengan kebutuhan biaya kuliah adik-adiknya apalagi setelah tunjangan sertifikasiku dihentikan. Aku merasakan beban yang mulai dirasakan tinggal Mada dan Berdi yang akan menanggungnya. Tamar sudah membusungkan d**a untuk siap menjadi pelindung untuk istrinya. 'Ahhh Tuhan, tuntun kami bersama anak-anakku menjalani hari-hari ke depan kami.
Seperti kata Tamar bahwa kesepakatan mereka bersama keluarga Arni untuk menghadirkan keluarga kedua pihak besok ditanggapi serius oleh Jose dengan menghubungi siapa-siapa yang akan hadir dari pihakku dan pihak bapaknya. Sebenarnya bagiku tidak perlu ada lagi lamaran karena Tamar sendiri bersama keluarga Arni sudah menentukan hari H nya. Tapi tak apalah.
Pagi ini sekitar pukul sepuluh Tamar datang membawa Arni di kamarku
Aku sementara duduk di kursi plastik. Kuperhatikan cewek yang duduk disebelah kiri Tsmar ya cantik dan manis. Aku suka caranya dia berkomunikasi, mulutnya ngomong matanya menatap pasti melihat lawan bicaranya.
Aku suka dia untuk menjadi pendamping hidup anakku namun situasi dan kondisi keluarga kami saat ini membuatku harus menyampaiksn saran.
"Pada dasarnya mama merestui kalian, kalau kalin sudah merasa cocok, saling membantu, saling mengerti,dan saling menerima apa adanya. Cuma kalau bisa, bisakah diundur barang tiga bulan atau berapa bulan supaya adik-adikmu bisa juga bernapas lega setelah membayar uang kuliah mereka." Arni dan Tamar hanya saling pandang tanpa mengatakan apapun. Aku diam saja tanpa bicara apa-apa lagi.
Pukul empat sore ini om Weli, om Agus dan beberapa yang lain dari keluargaku sudah datang di rumahku untuk mengantar Tamar lamaran. Tamar juga sudah siap dengan baju adat dan sarungnya. Aku terharu juga melihat Tamar. Tumbuh menjadi laki-laki dewasa dan saat ini ingin mensahkan diringa dia mampu menghidupi Arni dengan hasil keringatnga.
Tamar, Jose dan kelurga lainnya naik di mobilnya om Agus. Dio tidak pergi karena tinggal menjagaku. Jose mengirimkan foto bahkan video tentang acara lamaran tersebut.
Aneh bin ajaib di situ juga muncul wajah Andre duduk melantai dengan keluarga Arni. Aku tanya Jose mengapa ada lagi wajah Andre di situ, Jose terangkan kalau di keluarga Yeti, bapaknya Yeti sepupu sekali dengan Andre dari bapaknya, kalau di keluaga Arni bapaknya Arni sepupu sekali dengan ibunya Andre. Dunia ini sempit ya.
Acara lamaran telah selesai. Tamar sibuk mengurus masalah resepsi yang akan dilaksanakan di sebuah hotel bintang lima lengkap dekor, makanan, .mobil pengantin, salon di pihak laki-laki dan pihak perempuan. Menurut Tamar dananya sembilan puluh juta. Angka fantastis bagiku.
Tamar dan Arni sibuk mengurus segala sesuatunya tanpa melibatkan Jose dan Dio, Tamar hanya datang tidur, sarapan, mandi dan pergi sampai malam. Ahh terlalu tertutup dan mandiri. Aku hanya mengamati tanpa tahu persis sudah sampai di mana persiapan mereka.Siang ini Tamar datang sendri membawa dua macam kain untuk wali yang akan mendampingi dia nanti. Banyak nama yang dicalonkan untuk menjadi pendamping Tamar bahkan ada tantenya Tamar yang sementara menjalani kemoterapi karena sakit diusulkan menjadi wali.
Aku diam berguman sendiri'seandainya aku sehat tidak seribet ini mencari wali bagi anakku'. Aku memanggil Jose, Tamar, dan Dio membahas siapa yang akan menjadi wali untuk diberikan kain untuk dijahit.
"Om Joni mengusulkan tante Nelce dan suaminya menjadi wali saya Ma," kata Tamar.
"Tante Nelce sementara berobat sekarang, mungkin bulan depan pergi lagi kemo,Ma" Jose menanggapi Tamar. Ada beberapa lagi om dan tantenya yang disebutkan.
"Begini Nak, siapapun yang mendampingi kamu nanti Tamar, bukan sekedar menemani kamu duduk dan berdiri pada saat pemberkatan dan respsi, tapi lebih dari itu tempat kamu bertanya,meminta saran saat sudah masuk ke dalam rumah tangga baru. Mama lebih setuju kalau tante Ana dan suaminya mendampingi kamu seperti pada saat Jose menijah. Masa mau digilir kepada keluarga tanpa mempertimbangkan kedekatan emosional dengan kamu Mar,"
"Kalau begitu kain ini kami akan bawa ke rumah tante Ana untuk mereka jahit,Ma," Tamar dan Jose pergi ke rumah tante Ana menyampaikan apa yang telah kami putuskan mengenai wali Tamar.
Proses persiapan Pemberkatan dan Resepsi Nikah Tamar kuikuri hanya dengan bertanya kepada anakkh tanpa sanggup terlibat di dalamnya.
Setelah beberapa hari Tamar datang membawa baju adat yang telah selesai dijahit untuk tante Ana. Ya Baju Adat Toraja dengan warna orange lengkap sarung dan sepu'nya,, semacam tas kecil dengan tali agak panjang, Jose memintaku memakai baju itu dengan sarungnya dan sepu'nya. Aku dipakaikan Jose dan Tamar dengan tertawa ceriah. Walaupun aku agak besar dari tante Ana tapi baju itu masih masuk di badanku tanpa dipaksa rousleting di belakangnya sampai ke punggung. Selesai mereka memakaikan baju tersebut Tamar sibuk mengambil fotoku. Olala ada selalu ruang menciptakan bahagia dan tertawa dengan cara yang sederhana. Foto-fotoku di share di group WA kami Berbagai tanggapan masuk dari anak-anakku. Dari sticker love dan emotikon tertawa renyah.
Besok adalah hari H pernikahan Tamar. Kakakku yang akan menemaniku sudah tiba, karena Dio akan menghadiri pernikahan Tamar. Kakakku datang dengan Dorce,anaknya, dan cucunya Doni yang berumur tujuh tahun. Mereka tiba siang pukul dua belas. Dorce menghubungi panitia bagian acara,Reta, untuk memasukkan Doni sebagai pasangan pagar ayu.
Tamar juga sibuk gladi di hotel dengan penari- penari pengiring. Aku perhatikan Doni tidak pergi ikut gladi,' mungkin tidak ikut dia,'pikirku.
Dari pihak salon terbagi dua yaitu pihak laki-laki berkumpul di rumahmya tante Ana untuk make up seperti keluarga yang masuk panitia dengan pakaian seragam, pagar ayu, penari, Tamar, Jose,, Yeti dan Dio. Jisan dan Agnes tidak datang walaupun sudah di jahitkan baju. Timimg tidak diperhitungkan Tamar dari pihak keluarganya cuma memperhatikan waktu dari pihak keluarga Arni. Ya sudahlah. Pihak perempuan salonnya di rumah Arni.
Tanggal dua puluh sembilan Tamar, Jose, Yeti, dan Dio dijemput tante Ana dan suaminya ke rumahnya. Sebelum berangkar aku memimpin doa semoga Acara Tamar dan Arni dilancarkan Tuhan, Dorce tidak bergabung ke rumah tante Ana alasannya Sely bos salon akan me make up dia
Sely adalah keluargaku dari pihak amarhum ibuku jadi dia kenal baik dengan Dorce ponakanku. Sampai di salonnya Sely masih tertutup Dorce telpon ternyata sudah berada ďi rumah Arni. Sely berikan alamatnya, Dorce dan Dion ke sana.
Di rumah Arni sudah sibuk Sely dan beberapa asisten merias keluarga Arni. Arni langsung ditangani Sely. Dorce masuk rumah bersama Doni. Sely hanya tersenyum tanpa meninggalkan Arni yang sudah setengah di rias. Dorce duduk dalam kebingunan karena tidak ada orang yang dikenalnya selain Sely.Akhirnya dengan alasan pusing dia pulamg mau ke rumah tante Ana dia tidak lihat. Padahal kenarin Jose memang beritahu bahwa salon terbagi dua, Tamar di rumah tante Ana, Arni di rumahnya Akhirnya Dorce dan Doni tidak jadi ke pernikahan. Aku hanya bisa mengingatkan Dorce bahwa bahwa Seli itu profesianal kalau kerja tidak mungkin menyalahi aturan yang telah dia buat.