Usia kehamilan Susi sudah menginjak tujuh bulan, dan selama itu juga Ari harus menahan segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan drastis sikap istrinya. Dia harus menuruti semua keinginan anaknya didalam perut, kalau tidak Susi bisa merajuk dan melarangnya masuk kedalam rumah. Terhitung dari satu bulan kandungan, Ari sudah banyak menelan kepahitan bukan dalam artian menyakitkan tapi penuh kejengkelan dan rasa kesal. Bagaimana mungkin anaknya sudah mengajak perang sejak zigot sampai sekarang, dan yang lebih meresahkan lagi jenis kelamin anak mereka tertutupi lipatan kaki hingga mereka tidak bisa melihat. Sebagai manusia yang paling sering melakukan kesalahan, Ari menerima bagaimana pun bentuk anaknya ketika lahir nanti mau dia laki-laki atau perempuan bukankah semuanya sama, lagi pul

