Bab 20 – Bertambah Pelik

3246 Words

Sheril masih terduduk di lantai sambil menangis sesenggukan. Diletakkannya tangannya sendiri di d**a karena jantungnya terasa sakit sekali. Sheril tahu dia salah. Dia tahu kalau tadi tindakannya sangat keterlaluan. Padahal Mas Ais sampai tidak tidur untuk mengerjakan laporannya, tadi dengan bodohnya dia malahan menumpahkan kopi ke atas laptop Mas Ais. Tapi meskipun begitu, Mas Ais tidak perlu membentaknya juga, bukan? Wajah Sheril basah akan air mata, napasnya pun juga masih tersengal sesenggukan. Pelan-pelan Sheril berusaha berdiri dari posisi duduknya di lantai. Dia tahu menangis tidak akan menyelesaikan masalah. Sekarang yang ada di benaknya tak lain adalah setidaknya dia harus melakukan sesuatu untuk memperbaiki kesalahannya. Sheril berjalan ke arah meja kerja Ais. Ia mencoba mene

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD