Bab 37 Merajuk

1263 Words

“Selamat pagi,” sapa Malika ketika mendatangi meja untuk ikut sarapan bersama. “Tidurmu nyenyak?” “Iya, Nek.” Setelah semalam mengetahui betapa jahatnya Aris, Malika lega. Dirinya tak perlu lagi bimbang menentukan pilihan harus terbujuk atau menolak rayuannya. Malika duduk mendapati senyum simpul Arta Danuarta yang mencurigakan menurutnya. “Ada apa, Ayah?” “Tidak, Ayah tidak mengatakan apa pun.” Malika yakin dengan instingnya. “Ayah tersenyum aneh. Malika yakin ada sesuatu.” Arta tergelak, “Baiklah. Sopir bilang kamu semalam pergi bersama Almas.” “Ya.” Malika heran apa urusannya hal itu dengan pagi ini. “Lalu? Ada yang salah dengan hal itu?” “Tidak. Tidak ada,” jawabnya masih dengan senyum simpul yang belum usai. Lili di samping suaminya ikut menjelaskan. “Kami senang mengetahui

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD