Bab 49 Permainan

1331 Words

Aris menunduk kepalanya, tampak sangat terdesak oleh tudingan keluarga Malika. ”Saya sungguh-sungguh menyesal dan ingin merajut lagi hubungan baik dengan Malika, Tuan.” “Kami tidak mengizinkan. Angkat kakimu dan pergi dari sini.” Arta memutuskan, final. “Mengapa kamu belum memecatnya juga, Malika?” tanya Nenek Dania kepada cucunya. Malika tersudut, menunduk juga. Seolah ia memihak Aris dan biar saja dianggap begitu sementara ini. “Mana bisa Malika memecat orang yang tidak bersalah, Nek. Aris memang bermasalah secara pribadi dengan Malika, tapi bukan tentang urusan pekerjaan.” “Persetan!” tutur Nenek Dania murka. “Aku tidak sudi dia menjemput rezeki di sana.” “Tapi, Nek …!” Malika terdiam saat neneknya mendelik. Nenek Dania bangkit dengan kesan angkuhnya yang maksimal. “Kalau kamu su

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD