pertama

514 Words
"APAAAA!!!!!!" teriak dewi ketika mendengar ucapan sara. "ck.......santai aja dong dew gak usah teriak, gue gak budek..." balas sara dengan sewot " menikah sara M-E-N-I-K-A-H" dewi sahabat sara hiteris mendengar ucapan sara " yup " ucap sara dengan santai.. " sekarang!! " " hu'um " " apa loe sudah gila sara loe menikah dengan orang yang gak loe kenah, bahkan wujudnya juga lo gak tau sara " teriak dewi hampir gila mendadak. dewi tak habis pikir, dengan jalan fikir sara saat ini, sara mengucapkan kalimat dia akan menikah sama denga dia akan membuat kue. Dewi aku akan menikah Dewi aku akan membuat kue sungguh dua kaimat itu sama di telinga dewi. dewi sungguh kehilangan kata-katanya terhadap sahabatnya itu, kenapa dia tiba-tiba ingin menikah dengan orang yang tidak dia kenal, bahkan usianya masih 17 tahun. wow sungguh punya kejutan sekali sara ini sara hanya mengucapkan kepada dewi bahwa dia akan menikah dengan seorang laki-laki lajang. sudahkah dewi mengataken kepada sara bahwa dia memang harus menikang dengan laki-laki lajang, kalau tidah dengan laki-laki lajang maunya dengan siapa denga suami orang!!, bisa ngamuk istri orang nanati... sudahlah dewi tidak mempermasalahkan itu,,,,,, yang dewi sekarang permasalahkan kenapa bisa sara yang dewi ragukan kewarasanya itu, bisa begitu saja mengiakan kepada calon ibu mertuanya ,,, yang sedang menangis bombay di ruang tunggu... hanya karena ayah mertuanya sedang terbaring sekarat dirumah sakit.... yang ingin putra bungsunya menikah sebelum dia wafat.. dia tidak ingin putra bungsunya itu menjadi PERJAKA TUA,,, oh Nooooo tidah bisa di biarkan.... Sara berfikit dengan otak kecilnya.. seburuk apa rupa anaknya itu hingga dia tidak mau anaknya nanti jadi perjaka tua.. sara tidak tega sungguh siapa yang mau sendiri sampai tua, tentu saja tidak ada yang mau ya kan... jadi sara berfikir dengan otaknya yang pas-pasan, mungkin ini sudah takdir yang diatas untuk mengutusya menjadi penolong keluarga mereka.. mungkin juga tuhan sedang mengujinya jika orang tuanya masi hidup apakah dia akan berbakti atau tidak, dan dengan cara ini dia bisa membuktikan jika dia memang berbakti kepada orangtuanya. sungguh berilian sekali cara berfikir sara, bahkan dia melupakan bahwa mereka baru saja berkenalan di lorong rumah sakit itu. sara sudah kehilangan kewarasanya sedangkan dewi berfikir 'derama sekali keluarga mereka' mulai sekarang dewi akan mengawasi sara agar tidak terus-terusan membuat kue, mungkin gara-gara membuat kue kewarasanya jadi berkurang. "sara otakmu dimana hah, gue tau loe kesepian tapi gak gini caranya sar" ucap dewi dengan putus asa. well, bukan tampa alasan dewi berucap seperti itu, sara dulu mempunya orangtua waktu masi kecil. orang tua sara meninggal dalam kecelakaan pesawat, untuk perjalanan bisnis... sara yang masi merangkak dititipkan kepada pelayannya bi marsih. bi narsih pelayan setia keluarga sara tidak tega jika sara berakhir dipanti asuhan pun memilih merawat sara dengan peninggalan kedua orang tua sara yang tidak bisa di bilang sedikit.. saat memasuki SMP sara memilih untuk mandiri. walaupun bi narsih dangat terkejud dengan pernyataan sara, tapi bu narsih akhirnya menyetujuinya walaupun dengan beberapa persyaratan, biaya hidup dan pendidikan masi bi marsih yang nanggung sampai jenjang perguruan tinggi nanti, dan diakhiro dengan tangis hiru biru oleh keduanya sara hanya ingin mandiri dengan kehidupanya...
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD