"Kepalaku ... pusing ... Tuan," rintih Irina. "Berbaringlah diatas ranjang,sayang." Gary membantu Irina untuk sampai diatas ranjang miliknya. Lelaki itu juga melepaskan lingeri yang menutupi bagian istimewa dari wanita itu. Awalnya Irina menepis tangan Gary beberapa kali, hingga ia sudah tak sadarkan diri karena terlalu banyak minum. "Aaahh ... Tuan, apa yang ... aahhh," desah Irina saat merasakan payudaranya diremas oleh Gary. "Bagaimana? Apakah rasanya nikmat?" tanya Gary. "Ahhh,Tuan ... rasanya ... aahhh," desah Irina lagi. Gary mengulum puncak d**a Irina dengan rakus, ia menggigit ujungnya hingga membuat wanita itu terpekik. "Akh! Kau terlalu keras disana ,Tuan." Gary tidak peduli dengan ucapan dan rintihan Irina, ia terus menyerang wanita itu hingga suhu tubuhnya naik dan sem

