Al menghentikan langkahnya. Ia membuang es creamnya lalu memasukkan kedua tangannya kedalam saku celana. Manda menghampiri pria itu, berdiri di hadapannya. "Maksud kamu apa?" Al tersenyum lalu tertawa. Manda tambah bingung dengan pria itu. Al mencubit pipi Manda. "Aku hanya bercanda. Apa kamu ketakutan?" Wajah Manda cemberut. "Kamu jangan gitu lagi, aku kira kamu akan pergi loh." Al mengusap kepala Manda. "Maaf ya ..." Manda mengangguk. "Kita pulang yuk. Aku da capek jalan," pinta Al. "Ya udah, ayo." Manda menggandeng tangan Aldevaro. Mereka beranjak pergi. Sampai di rumah Al langsung merebahkan tubuhnya di sofa. "Bisa tolong buatkan aku teh hangat," pintanya. "Bentar ya." Manda beranjak ke dapur. Ia membuatkan teh hangat untuk suaminya tercinta. Setelah jadi ia kembali ke ruan

