Al mengetuk pintu apartemen Leo. Tidak lama menunggu Leo membukakan pintu untuknya. Wajah pria itu terlihat terkejut melihat dirinya. "Al, kau kenapa?" tanya Leo yang teheran-heran melihat muka Al yang memar di bagian pipinya dan luka-luka di sekitar bibir dan mata. Seperti luka tamparan dan tonjokan. "Boleh aku masuk?" tanya Aldevaro. Leo mengangguk dan memberi jalan untuk teman sekaligus atasannya itu. Al duduk di sofa bersamaan dengan Leo yang menutup pintu. Leo menghampiri temannya dan duduk di sofa yang berhadapan dengan Aldevaro. "Kau habis berantem dengan siapa?" tanya Leo penasaran. "Kelihatannya lawanmu begitu kuat sampai kau babak belur begini. Apa yang terjadi sebenarnya?" Al diam saja dengan wajah yang tertunduk. Leo menghela napas. Mungkin temannya itu butuh waktu untuk

