“RIL jangan nakal-nakal ya. Jangan ganggu Om Rafka kerja. Kalau Ril lapar atau butuh apa-apa, minta Om Rafka call Mommy. Okey!” Marya berjongkok. Kedua bahu Aeril di pegangnya. Cepat Aeril mengangguk, “Yes Mom. Aeril tidak akan nakal. Ril kan sayang Om Rafka.” Aeril menaik turunkan keningnya dua kali. Marya tertawa, Aeril memang benar-benar pandai membuat leleh. Tubuh Aeril langsung di bawa ke dalam pelukannya. Sebenarnya dia sedang dibumbung rasa bersalah terhadap putranya itu. Semalam Aeril tidak pulang ke rumah. Aeril memilih tidur bersama Rafka, sebab Dhara tidak pulang, putra kecilnya ini ingin mencurahkan rindu double-double pada Rafka. Semalaman bersama, tenyata masih belum cukup. Aeril masih ingin bersama Rafka. Begitu terkejut Marya ketika menjemput Aeril tadi pagi. Dia ing

