Happy reading Typo koreksi **** "Maksud Ibu apa?" "Tolong gugurkan janin di dalam perut anak saya." Ulang Gita bernada tegas. Tes. Air mata Fanny menetes meluncur membasahi pipinya yang pucat pasi. Ia menggeleng tidak percaya mendengar apa yang di katakan ibu kandungnya sendiri pada sang dokter. "Astaga. Ibu istigfar. Tidak baik mengatakan itu." Ucap Dr. Darren sama syoknya. "Dokter bisa atau tidak melakukannya. Jika tidak bisa saya bisa bawa anak saya ke tempat lain yang mau melakukan aborsi untuk janin ini." Darren melihat dengan sorot mata tidak percaya, ia melirik Fanny yang sudah menangis tanpa suara di kursinya. "Saya hanya seorang dokter dan orang luar untuk keluarga Ibu. Tapi, sebagai orang yang sudah mengemban ilmu dan bersumpah dalam ikatan kedokteran saya tidak akan

