Happy reading Typo koreksi **** 'Semoga berjodoh' ... author ... **** "NGAPAIN ELO KE RUMAH GUE!" pekikkan Fathur Artha Putra membuat Fahmi tersentak di dalam rumah. Pria paruh baya itu menolehkan kepalanya ke arah sumber suara heran. Fathur kenapa teriak-teriak. Gumam beliau dalam hatinya. Di hadapan Fathur kini sudah berdiri sosok Arash yang juga memandangnya dengan sorot mata yang sama kagetnya. "Rumah kamu? Jadi ... ini rumah kamu?" Syoknya bertanya. "IYA INI RUMAH GUE. ELO NGAPAIN KE SINI? JANGAN BILANG ELO MATA-MATAIN GUE SAMA SIA TADI?" tuduh Fathur marah menunjuk pria di hadapannya nyalang. "Hah? Sia? Maksud kamu Sia ada di sini sekarang?" Cicit Arash semakin tidak percaya atas apa yang di dengarnya. Gawat, jangan sampai Sia melihatnya. Terlebih tahu soal om Yudha.

