Happy reading Typo koreksi **** 'Mereka terlalu suka ikut campur' ... author ... **** Arash memandang wajah Sia yang begitu dekat dengannya lekat penuh damba, melihat bagaimana telatennya gadis itu di hadapannya kini. Padahal lukanya sudah kering. Namun gadis itu memaksanya untuk di obati dan di sinilah Arash berakhir. Duduk di sofa berdua bersama Sia yang sedang memberikan obat luka di sudut bibirnya. "Lain kali jangan berantem lagi sama Fathur, Kak." Seru gadis itu kepadanya. "Kenapa? Kamu memangnya sering lihat dia berantem sama seseorang?" Tanya Arash kepada sepupunya itu penasaran. Menggedik bahu. "Kadang." Jawab Sia singkat dan padat. Alis Arash terangkat naik ke atas heran, tidak mengerti. Mengapa gadis di dekatnya sekarant masih mau menjalin hubungan dengan pemuda itu. P

