Rengekan Sonia berhasil menenggelamkan hasrat di dalam jiwa Reyhan. Pria itu menoleh dan menatap wajah Renata yang sudah dalam keadaan setengah telanjang. Tubuh gadis itu terasa sudah tidak menarik lagi di matanya karena otaknya mulai dinetralisir dengan kehadiran wajah Meta dan putrinya. Reyhan mengusap wajahnya kasar, rasa syukur pun ia panjatkan di dalam hatinya. Ternyata, ikatan batin tidak pernah berbohong, Sonia seolah merasakan bahwa ayahnya sedang tersesat dalam kegelapan dan memberinya cahaya yang menuntunnya ke jalan yang benar. "Ayaaaah! Ko Ayah diem aja sih? Buruan ke sini!" titah Sonia, suaranya terdengar melengking penuh kemarahan. "I-iya, Ayah ke sana sekarang juga. Kamu tunggu di sana, ya," jawab Reyhan seraya berjalan ke arah lemari lalu meraih satu stel pakaian dari da

