Meta melanjutkan langkahnya dengan perasaan bingung, kepalanya kembali menoleh dan menatap wanita yang memasuki ruangan Reyhan. Perasaannya seketika dilanda dilema. Siapa sebenarnya wanita itu? Dilihat dari pakaian yang dikenakannya, jelas wanita itu bukan salah satu perawat yang bekerja di Rumah Sakit tersebut. "Udah, Meta. Jangan suudzon dulu, mungkin dia itu Ibunya pasien yang mau ketemu sama Reyhan. Hmm ... aku harus kasih tau Reyhan kalau lagi ada yang nyariin dia di ruangannya," gumam Meta, menyingkirkan prasangka buruk lalu melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda. Meta segera membuka pintu kamar sesaat setelah ia tiba di sana lalu melangkah memasuki kamar, menatap wajah Reyhan dan Sonia yang tengah bercanda dengan wajah ceria, terlihat begitu bahagia. "Ibu," seru Sonia dengan

