Malam Untuk Reindra

1173 Words

Satria menoleh malas, lalu mengambil tempat di kursi yang ada di sudut kamar ruang operasi. Seperti biasa, jika Satria duduk, maka ia dalam posisi begitu gundah perasaan apa yang dirasakan. Satria saat ini. Entahlah.... Menit berikutnya ia mengikuti. Perawat membawa tubuh Yolanda dengan meja dorong, ke ruangan inab masih terlihat Yolanda belum sadar dari siumannya masih sedikit mengigau. Satria duduk menemaninya, bagaimanapun juga ia telah kehilangan anaknya. "Satria." Satria hanya menaikkan sebelah alisnya seraya menarik selimut ke atas, setelah tubuh Yolanda sedikit kedinginan reaksi dari obat bius. Ada pikiran jahat yang melintas dari pikiran Satria, bahwa wanita ini yang menghancurkan rumah tangganya dengan Eliana. "Satria ... anak kita?" tanya Yolanda masih sedikit lemas. "Ap

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD