"Mas, jika Mama kamu kesini bagaimana? Aku takut dari dulu beliau kurang suka sama aku?" Sesaat pandangan Reindra ke arah Eliana dan tersenyum. "Kan itu dulu El ... siapa tahu sekarang berubah." Sebenarnya Reindra juga merasakan hal yang sama, namun ia berusaha untuk membuat hati El tenang. "Iya juga sih, Mas." Lagian juga Eliana tertawa dalam hatinya, kalaupun beliau tak suka ya sudahlah. Tak mungkin kan Reindra akan menikahinya. Ini hal konyol yang diucapkan Eliana ke Reindra saat ini. "Kau ini Eliana terlalu berhalusinasi." Eliana mengulum senyum, terlihat gigi putihnya yang rata. "Hehe ... Iya juga ya." Reindra mengatur degub jantungnya yang tak beraturan. Menatap wanita disampingnya yang makin hari makin cantik. "Ayo berangkat, Mas." "Iya." Mobil. Mengantarkan Reindra ju

