Bab 27

1004 Words

Tanpa menunggu jawaban orang tuaku aku langsung berlalu. Aku benar-benar sudah tak ingin bertemu lagi dengan Wilman.Aku membawa langkah kakiku keluar dari dalam restoran. Tak kuhiraukan suara Wilman yang sedari tadi memanggilku dan memintaku untuk berhenti.Derai air mata yang sedari tadi aku tahan akhirnya tumpah juga ke pipiku. Bulir-bulir bening semakin deras membasahi pipiku. Isak tangis terdengar memenuhi relung telingaku. "Di... Diona," terdengar suara Wilman yang terus mengejarku. Aku tak menghiraukannya dan semakin cepat melangkahkan kakiku mencoba menjauh dari jangkauan Wilman. Berharap bahwa Wilman tak akan dapat mengejarku. "Di, dengarkan aku dulu!" kata Wilman sambil menarik tanganku. "Untuk apalagi?" "Aku ingin menjelaskan semuanya?" "Menjelaskan apalagi? Bukankah semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD