Tidak ... aku tak boleh membiarkan Evi melakukan semua ini padaku. Aku harus bisa melawan dia bagaimanapun caranya. Aku mencoba menendang tubuh Evi tapi dia dapat menghindarinya. Cengkraman di tanganku semakin kuat.Rasa perih karena cengkraman Evi semakin aku rasakan. Rasanya tulang-belulang dia semakin dalam masuk ke tanganku. Ya ... hanya itu yang dapat dia lakukan agar mampu menghapus tanda di lenganku.Segala macam cara aku lakukan agar aku mampu keluar dari kondisi ini. Tapi rasanya semuanya sia-sia, apa pun yang aku lakukan selalu gagal. Aku tak ingin tanda itu hilang bukan karna aku tak rela kehilangan tanda itu, tapi aku tak rela jika aku menjadi salah satu korban pemuna iblis sialan itu. "Ah ...," teriakku frustasi seraya berusaha membalikkan badanku agar dapat berada di atas Evi.

