Hendra menarik napas sejenak sebelum menjawab pertanyaanku. Entah apa yang dia pikirkan hingga perlu jeda untuk menjawab semuanya. "Kamu yakin bisa siap mendengar semuanya?" tanya Hendra. Yakin? Jika aku boleh jujur, aku tak pernah yakin dan tak pernah siap mendengar segala sesuatu tentang Evi. Hatiku masih tak mau percaya kalau Evi telah melakukan semua itu.Aku masih percaya bahwa Evi orang baik, setelah meninggalpun dia tak akan pernah menyakiti orang lain, apalagi aku, temannya sendiri.Aku masih percaya bahwa semua teror itu adalah hanya sebuah kamuflase yang dibuat para pemuja iblis sialan itu.Mereka hanya perlu untuk mencari cara memberi ketegangan pada semua orang yang ada di sini. Tapi kenapa... kenapa harus Evi yang di jadikan korban atas semuanya? "Di...," kata Hendra menyadark

