Manis

1236 Words

Hanin mengernyit pengalaman sinar matahari menembus kaca lebar apartemen Adam. Ia menoleh ke samping dan tidak menemukan laki-laki yang sedari kemarin tidur memeluknya itu. Gadis itu memilih untuk menarik selimut semakin ke atas, ingin melanjutkan tidur. Baru saja ingin memejamkan mata, suara pintu kamar mandi yang terbuka membuat Hanin terbuka. Adam yang bertelanjang d**a dengan celana panjang ala rumahan dengan rambut dan dadanya yang setengah basah melemparkan senyum pada Hanin. "Pagi," sapa Adam sembari terus mengusap rambutnya dengan handuk. Hanin tersenyum saja, tidak tertarik menjawab segera bangkit dari tidurnya. Adam memutari ranjang Hanin dan membuka gorden jendela, membuat cahaya matahari semakin menusuk penglihatan Hanin. Kemudian pria itu menoleh pada kekasihnya, "Bangun

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD