13. Never Leave You

2747 Words

Athayya mendorong pintu ruang rawat inap bernomor 310 dihadapannya dengan sekali hentakan. Athayya berjalan cepat lalu langsung memeluk Arkan yang akhirnya sudah membuka matanya setelah koma lebih dari tiga hari. "Arkan, akhirnya kamu bangun." Suara Athayya lirih menahan tangis. "Kak," Arkan memandang wajah Athayya yang terlihat lelah dan menatapnya dengan khawatir. "Maafin Arkan, kak." Athayya menatap Sheila, ibunya yang berdiri dibelakang Athayya sambil menatap dua anaknya itu dengan haru. Sheila kemudian tersenyum lembut dan berjalan keluar, membiarkan Athayya dan Arkan berbicara berdua terlebih dahulu. "Rasanya kakak benar-benar ingin marahin kamu karena semua ulah kamu." Athayya menghela napas, lalu duduk di kursi yang disediakan untuk mendampingi pasien. "Tapi ngelihat kamu yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD