mulai menerima

515 Words
" Hallo anak ganteng , anak pinter , apa kabar sayang"" *** Hari ini mas Ali datang kerumah lagi dengan membawa banyak belanjaan , aku lihat dia sedang bermain dengan putra ku. Aku seperti melihat sosok ayah dan anak yang sedang bermain dengan gembira , terlihat jelas bahwa dia sangat menyayangi putraku . Putra ku juga terlihat sangat akrab dengan nya . Dia tertawa riang saat bersama mas Ali , " Mas bisa ikut dengan ku sebentar , biar ridho ibu yang mengendong " Aku ingin bicara dari hati kehati dengan mas Ali , aku ingin memperjelas hubungan ini . Mas Ali mengekor ku dari belakang , mengikuti ku ke samping halaman tepatnya ditaman bunga yang ku tanam sendiri . " Mas Ali apa benar-benar mencintai ku , dengan keadaan ku seperti ini ??" aku to the point dengan mas Ali " Sungguh yu , aku masih sangat mencintai , sama seperti dulu !! " Tapi mas bukan hanya cinta untuk ku yang ku butuhkan , aku ingin laki-laki yang menikahi ku juga mau menerima putraku , menyayangi dan mencintai putra ku , tak apa jika aku menderita , tapi aku tak kan terima jika putraku yang menderita !!" Bukan tanpa alasan aku bicara seperti itu , aku hanya takut jika orang yang menikahi ku tidak tulus menyayangi putraku " Ayu , aku sangat mencintai dan menyayangi mu begitu juga ridho , aku sudah menganggap ridho seperti putraku sendiri " kulihat tidak ada kebohongan Dimata mas Ali , mata tegas nya mengatakan yang sebenarnya. " Malah aku yang takut yu " mas Ali menunduk , dan sedikit meremas tangan nya " Apa yang kamu takutkan mas " " Aku hanya takut jika tiba-tiba ayah ridho datang , dan kamu bersama nya lagi " " Tidak mas , sekalipun dia datang aku tidak akan menerima nya lagi , bahkan aku tidak ingin pria b***s*k itu hadir dalam hidup putraku " " Ayu apa artinya kamu menerima lamaran saya " ada binar bahagia dan gelisah Dimata mas Ali , aku sedikit tersenyum kala melihat mas ali seperti orang bingung " datang lah nanti malam dengan orang tua mu mas " ucap ku seraya berlalu . *** Malam ini mas Ali akan dantang ada sedikit kegugupan dihati ku , aku tidak tahu , apa aku benar dalam mengambil keputusan saat ini . " Apa yang kamu putuskan ibu dan bpk akan menerima nduk , ibu dan bpk tidak akan memaksa mu " ibu mengusap lembut tangan ku dan tersenyum , ku tatap manik mata ibu ku , wanita yang selalu mencintaiku tanpa batas , " iya Bu terimakasih " Ku tatap lembut wajah putraku , semakin lama wajah nya sangat mirip dengan mas ridwan , aku berdoa semoga kali ini aku tidak salah mengambil jalan . Aku tidak ingin lagi merepotkan ibu dan bpk . ** malam ini mas Ali benar-benar datang dengan orang tua nya , ku lihat dia juga gugup . setelah ngobrol banyak hal , akhirnya aku pun menerima lamaran mas Ali . Ibu dan bapak terlihat sangat bahagia , begitu juga mas Ali .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD