BAB 2 Masih Berada di Gunung Salak

1082 Words
Gunung Salak mungkin menjadi salah satu gunung yang wajib didatangi para pendaki. Pemandangan alam yang disugukan menjadi daya magnet tersendiri bagi kaum traveler.Untuk mencapai ke puncak gunung setinggi 2.211 meter dari permukaan laut tersebut tentu tidaklah mudah. Namun hal inilah yang menjadi keseruan para pendaki. Dilansir dari berbagai sumber, Gunung Salak merupakan kompleks gunung berapi yang terletak di selatan Jakarta, di Pulau Jawa.Kawasan rangkaian gunung ini termasuk ke dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Nah, di balik pemandangannya yang indah, Gunung Salak yang dahulu disebut Gunung Sapto Argo ternyata juga banyak menyimpan kisah-kisah misteri loh. Kisah nyata itu bermula ketika ia dan sejumlah temannya ingin mengisi liburan di gunung tersebut pada 2019 lalu. “Waktu itu saya masih kerja di Kalideres dan mengajak teman-teman saya, Zaky dan satu kawan Aril mereka sudah pernah mendaki Gunung Salak Puncak Manik 1, mereka setuju awalnya kami hanya ber 3 yang akan mendaki dan kemudian kami jadi ber 10 karna kawan saya ada yang ikut,” katanya dikutip pada Kamis 2 September 2021.Setelah setuju menentukan tanggal yaitu tanggal 3-4 Agustus 2019, mereka pun memulai perjalanan. “Kami pun berangkat dan berhenti dulu di rumah Cindy yang saya baru kenal di grup w******p. Disitu juga ada rena kawan saya, ada Gema atau kami sering panggil bocil dan ada Siva dia kakaknya Gema. Setelah beres-beres kami pun cus berangkat menuju vila kawan saya Zaky.” Penyambutan di Vila Sesampai di sana (vila), RamaKomaruzamn mengaku telah disambut oleh sejumlah rekannya yang lain, yakni Aril, Iwang dan Caca. Setelah puas ngobrol ngalor ngidul sambil ngopi, mereka langsung tidur karena besok pendakian akan dimulai pagi-pagi. Pagi pun tiba, cuacanya cerah sekali cocok untuk pendakian. Namun sejumlah anak muda ini sebagian belum bangun. “Hadehhh saya langsung bangunin mereka langsung mandi dan kami sarapan setelah itu berangkat.” Kisah pendakian yang tak terlupakan itu pun dimulai. Di tengah perjalanan, cuaca mulai memburuk. Kabut tebal mulai meneteskan air hujan. Mereka kemudia beristirahat di pertengahan jalur menuju hm 21. “Waktu itu magrib. Kami memasang bivak darurat disini kami memasak mie dan sholat magrib dulu,” katanya “Dan disini keanehan mulai terjadi. Ekspresi muka si Siva nih kaya yang ngeliat sesuatu, namun saya bilang, udah jangan ngeliat kemana-mana liat kebawah aja kalo ngeliat sesuatu. Setelah hujan reda dan kabut pun pergi kami melanjutkan perjalanan lagi. Kali ini track malem mulai gelap,” tuturnya. Awal Kesurupan di Gunung Salak Semakin jauh kaki melangkah ke dalam hutan, tracknya pun semakin parah tanjakannya. Hingga dijalan mereka bertemu dengan sekelompok orang yang mau turun. Salah satu dari rombongan tersebut menganjurkan agar Rama dan teman-temannya mendirikan tenda di pos bayangan saja. “Namun kami bersikeras ingin ngecamp di puncak.” Berbekal tekad yang kuat saja ternyata tidak cukup. Kali ini, tracknya mulai serem sekali.Dipinggirnya terdapat jurang yang dalam ditambah tanjakan terjal. “Di perjalanan pun si siva sering mengeluh karna tasnya tiba-tiba menjadi berat. Kami pun berpikiran positif mungkin kelelahan dan pas kami break di jalan menuju hm 6 si Siva tiba-tiba bilang, perasaan pengen nangis banget,” tutur Rama. “Kami melarangnya nangis. Tiba-tiba dia langsung menangis namun nangisnya tuh aneh, bukan seperti tangisan yang biasa. Dia tuh nangis sambil ketawa-ketawa cekikikan gitu. Ini mah bukan dia. Sontak kami semua pada panik, termasuk cewek-cewek yang lain. Mana di kiri kanannya terdapat jurang,” ucap Rama “Hadehh kacaw pokonya dan untungnya temen saya si ahan nih tau ke hal gaib kaya gitu akhirnya dia baca-baca surat ayat suci Al-Quran, alhamdulillah si Siva mulai sadar.” Dengan kondisi lemas, Rama dan teman-temannya berusaha membopong Siva menuju pos bayangan. Sesampai disana ternyata sudah ada rombongan lain. Sontak, Rama pun langsung berteriak agar Siva dimasukan ke tenda perempuan untuk istirahat. Lantunan Ayat Suci Al Quran Keanehan pun kembali muncul. “Pada saat mau memasukan si Siva tiba-tiba dia langsung pingsan dan kejang-kejang, sambil menggeram.” Kondisi ini sontak membuat para pendaki tersebut panik nggak karuan. Setelah susah payah dibacakan ayat suci Al-Quran, Siva akhirnya mulai sadar lagi. “Kami langsung kasih minum dan si Zaky nih kawan saya sudah dibekali daun bidara seseorang dikampungnya. Daun bidaranya langsung ditumbuk dicampurkan ke air dan langsung diminumkan ke Siva.” Pendaki gunung (Istimewa) Mengingat kondisi yang tak memungkinkan, akhirnya sejumlah remaja itu sepakat untuk mendirikan tenda di pos bayangan bukan di puncak Gunung Salak. Setelah beristirahat, besoknya tim itu kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai ke titik tertinggi gunung tersebut. Pengalaman ini tentu tak akan pernah dilupakan bagi Rama dan kawan-kawannya. Kisah Seorang Pemuda asal Bogor mendaki seorang digunung salak Cerita horor pendaki Gunung Salak ini dialami Farhan, pemuda asal Kabupaten Bogor pada 2016 silam.Farhan mengaku memiliki banyak pengalaman horor saat mendaki Puncak Gunung Salak II (Puncak Prabu) via Ajisaka, Desa/Kecamatan Tamansari, Kabupaten Bogor. "Waktu itu tuh, gua memang sempat lagi ada problem. Saat itu gua masih jadi santri," tutur Farhan. pendakiannya melalui jalur Ajisaka yang kebetulan saat itu masih sepi pendaki.Saat itu, Farhan diantar oleh rekannya hingga pintu rimba jalur Ajisaka, Gunung Salak II."Gua memberanikan diri naik sendiri pada pukul 12.00 WIB, emang gua dimimpi juga kan buat ziarah disitu," kata Farhan. Selanjutnya, kata Farhan, sebelum tiba di pos 1 jalur Ajisaka terdapat makam sekaligus petilasan Eyang Haji Jaya Sakti. "Disamping makam kan jalurnya sebelah kanan, gua jalan agak lama tuh. Sampai makam sekitar jam 1 siang, nah gua kelar ziarah melanjutkan perjalanan," kata Farhan. Sesampainya di tengah jalan belum terasa hal yang menakutkan. Tapi setelah suasana gelap, tepatnya menjelang Maghrib masih menuju pos 2. "Sebelum pos 2 haji Solomod itu kan, kita keluar dari hutan di situ kan kayak ada bekas lapak, tapi ngebulet gitu," kata Farhan. Dilokasi itu, kata Farhan terjebak malam tepat adzan Maghrib, istirahat dibawah pohon. "Nah itu gua ngedengar suara air dari belakang berrrr berrr, masih jalan aja nggak mikir apa-apa, dari situ gua ngerasa kayak diikutin," jelas Farhan. Farhan menjelaskan saat itulah suasana horor dan suasana seram dialami seperti malam yang panjang. "Gua jalan dari situ diikutin, saat itu gua belum terlalu peka hal itu tahu, tapi nggak terlalu peka, di badan ada (khodam) sebenarnya tahu, khususnya saat 2015 pernah ketabrak, tapi gua kenapa-kenapa," jelas Farhan.Saat itulah, dirinya diberitahu bahwa ditubuhnya terdapat 'penjaga' atau 'khodam' oleh keluarganya. Sehingga saat melakukan pendakian ke Gunung Salak seorang diri, merasa seperti ada yang mengikuti. "Dari situkan sempat turunan dulu, lalu naik lagi depan muka gua lewat, itu baru pertamakali merasakan benar-benar peka lebih dari sebelumnya," ungkap Farhan. Sampai akhirnya, tak jauh sampai lima meter, kata Farhan, dirinya melihat dua cahaya yang mirip mata harimau atau macan. Bersambung....
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD