"Seleranya, masih sama seperti dulu saat dia kecil." Masuk ke dalam kamar, Mama Safia kembali memindai kamar itu. Dia tersenyum. Warna pilihan putranya, sama persis dengan warna kesukaan ayahnya. "Sejak kecil, Dhafi memang mirip dengan Mas Husein." Setelah meletakan termos di atas nakas, Mama Safia tidak langsung tidur, wanita paruh baya itu berkeliling kamar. Hingga tertuju pada sebuah meja lengkap dengan rak buku di sudut kamar di dekat pintu balkon. "Hm, sepertinya ini baru dijadikan meja belajar Indira," gumam Mama Safia saat melihat ada beberapa buku Indira yang jumlahnya masih sedikit. "Aku yakin yang lain itu buku-buku milik Dhafi." Mama Safia kemudian duduk dan mengambil salah satu buku milik putranya. "Wah, tulisannya rapi banget," gumamnya. Mama Safia tersenyum, menginga

