Chapter 30

1915 Words

Suasana begitu syahdu. Suara deburan ombak yang terdengar bersahutan dengan hembusan angin terasa sangat menenangkan. Terlihat dua pasang kaki yang berjalan secara beriringan. Melangkah dengan pasti dan berirama di karpet bunga yang menutupi sebagian hamparan pasir yang putih nan lembut. Salah satu dari dua orang itu menoleh ketika merasakan ketegangan perempuan di sampingnya. Dia mengukirkan senyum menenangkan seraya mengelus tangan halus yang melingkar di lengannya. "Jangan tegang. Rileks, okee? Semua akan berjalan dengan baik. Percaya sama Papi," ucap pria paruh baya itu. Sang mempelai wanita yang tak lain adalah Allegra hanya mengangguk. Dia memejamkan mata lalu menarik napas panjang-panjang dan mengeluarkan secara perlahan. Kemudian kembali melanjutkan langkahnya. Allegra terus ber

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD